
Secara harga pun keduanya cukup ramah bagi masyarakat kelas menengah yang hidup dengan lingkungan padat, namun dengan kondisi mengharuskan mereka menggunakan kendaraan pribadi.
Mungkin secara fitur, keduanya memang terkesan agak 'minimalis', wajar karena memang harganya yang tergolong cukup murah, jadi para konsumen pun akan dikenai konsep 'what you spend is what you get'.
Meskipun demikian, nampaknya keduanya tetap mempunyai pasar tersendiri, sehingga peminatnyapun tetap banyak seiring kebutuhan yang juga meningkat.
Brio Satya mengusung mesin sebesar 1,2 liter atau spesifiknya sebesar 1.198cc 4-silinder, sementara Astra-Daihatsu Ayla malah hanya 998cc dan hanya menggunakan 3-silinder.
Otomatis mempengaruhi tenaga masing-masing dari mobil ini, Honda Brio Satya memiliki tenaga maksimal mencapai 88 hp dengan torsi sampai 109 Nm, sementara Astra-Daihatsu Ayla 'hanya' 65 hp dan torsi 88 Nm.
Dan pada akhirnya juga berpengaruh pada kecepatan yang mampu diraih keduanya, Brio Satya meskipun menggunakan transmisi manual, mampu mencapai kecepatan sampai 100 km/jam hanya dalam waktu 10,4 detik, sementara Astra-Daihatsu Ayla butuh waktu sampai 16 detik.
Konsumsi bahan bakar dari Ayla mencapai 13,8 liter untuk penggunaan dalam kota, dan 18,8 liter untuk luar kota, sementara Brio Satya malah mencatat rekor lebih jelek dengan 14,2 liter dalam kota dan 20,1 untuk penggunaan luar kota.
2. DESAIN
Bisa jadi, secara kasar Honda Brio Satya, dengan grille khas ala Honda sudah pasti unggul daripada desain 'wajah' milik Astra-Daihatsu Ayla. Headlamp yang khas milik Brio Satya serta lekukan yang terlihat sporty membuatnya lebih menarik minat daripada Ayla.
Tapi Brio sedikit kalah daripada Ayla di bagian belakang. Apalagi Brio sering mendapatkan kecaman karena sering dianggap 'asal bikin'. Sementara desain tailgate milik Ayla meskipun sederhana malah terlihat lebih elegan.
3. AKOMODASI
Sama-sama memiliki 5 buah pintu, termasuk pintu belakang, keduanya memang tidak ditakdirkan untuk mengangkut banyak penumpang dan barang.
Brio Satya menawarkan keamanan untuk penumpang lebih baik, karena dengan bobot yang lebih berat, mampu mengantisipasi ketidakstabilan saat berkendara dalam kecepatan tinggi, daripada Ayla.
Ayla memiliki keleluasaan pengaturan jok yang lebih lega, yakni 225 mm - 480 mm, dibanding Brio yang hanya 290 mm - 360 mm. Sedangkan Brio memiliki jarak jok ke atap mobil lebih tinggi. Untuk jok depan 970 mm dan jok belakang 900 mm, sementara Ayla jok depannya 900 mm dan jok belakang 890 mm.
4. FITUR
Sebagai mobil murah, fitur yang ditawarkan keduanya memang tidak semewah mobil yang berbanderol lebih mahal, tapi setidaknya beberapa fitur standart telah disematkan pada mobil-mobil ini.

