PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali meluncurkan
program Corporate Social Responsibility (CSR). Mereka membuat program
belajar Bahasa Jepang untuk anak Sekolah dasar (SD).
Program Bimbingan Belajar (Bimbel) Bahasa Jepang ini berlaku untuk anak SD kelas lima dan enam yang bermukim di RW binaan Daihatsu. Program ini bertujuan untuk menambah kemampuan peserta dalam berbahasa asing, khususnya bahasa Jepang, sebagai bekal bagi para peserta memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diterapkan tahun 2016 ini di seluruh Negara anggota ASEAN.
Program Bimbingan Belajar (Bimbel) Bahasa Jepang ini berlaku untuk anak SD kelas lima dan enam yang bermukim di RW binaan Daihatsu. Program ini bertujuan untuk menambah kemampuan peserta dalam berbahasa asing, khususnya bahasa Jepang, sebagai bekal bagi para peserta memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diterapkan tahun 2016 ini di seluruh Negara anggota ASEAN.
“Kegiatan Bimbel Bahasa Jepang ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas
pendidikan di lingkungan RW Binaan Daihatsu, supaya anak-anak SD juga
bisa belajar bahasa Jepang sejak dini. Kami berharap masyarakat RW
Binaan Daihatsu dapat memanfaatkan kesempatan yang sangat baik ini
dengan mendorong putra-putrinya mengikuti Bimbel Bahasa Jepang tanpa
dipungut biaya apapun," terang Hiroaki Sato, Executive Coordinator
General Affairs Division PT ADM.
Peluncuran perdana Program Bimbel Bahasa Jepang ini dilakukan hari Rabu, 6 Januari, di Paud Kenangan RW 02, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Uniknya, program bimbingan belajar ini langsung diajarkan oleh para karyawan PT ADM yang berasal dari Jepang.
Saat ini sudah terdaftar 21 peserta. Dan kesemuanya dapat belajar tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
Peluncuran perdana Program Bimbel Bahasa Jepang ini dilakukan hari Rabu, 6 Januari, di Paud Kenangan RW 02, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Uniknya, program bimbingan belajar ini langsung diajarkan oleh para karyawan PT ADM yang berasal dari Jepang.
Saat ini sudah terdaftar 21 peserta. Dan kesemuanya dapat belajar tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

