"Tidak," ujar Noriyoshi Matsushita, Senior Managing Executive Officer Daihatsu saat ditanya apakah mungkin perusahaannya terlibat kasus yang sama, dikutip dari Reuters, Kamis (28/4/2016).
Menurutnya, sejauh ini perusahaannya tak pernah berbuat curang dan
selalu mengikuti aturan yang berlaku. "Tentu saja kami mematuhi aturan,"
tambahnya.
Pertanyaan ini dikemukakan karena di Jepang,
Daihatsu fokus pada produksi mobil mini berkapasitas 660 cc. Sementara
dalam kasus Mitsubishi, mereka mengaku memanipulasi mobil mini seperti
eK Wagon dan eK Space, serta dua model yang diproduksi untuk Nissan
Motors, yakni Dayz dan Dayz Roox.
Untuk diketahui, di segmen
mobil ini, Daihatsu bersaing ketat dengan Suzuki yang sama-sama
menguasai pangsa pasar sebesar 30 persen.
Selain membuat mobil mini, di Jepang Daihatsu juga memasok body
dan mesin untuk Toyota. Daihatsu juga tak lama lagi akan menjadi anak
perusahaan Toyota setelah mayoritas sahamnya dibeli beberapa waktu yang
lalu.
